Workshop CALCULATING PROJECT OWNERS ESTIMATE (OE/HPS) WITH MS PROJECT APPLICATION, WIN QSB, & MONTE CARLO SIMULATION

Senin – Rabu, 19 – 21 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


Workshop Description

Proyek diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumber daya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan. Keberhasilan suatu proyek bergantung pada sejauh mana proyek tersebut dapat memenuhi kriteria keberhasilan proyek. Kriteria tersebut antara lain : Manfaat proyek, Kualitas proyek , jangka waktu penyelesaian dan biaya yang dikeluarkan.

Owner Estimate(OE) atau Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perkiraan harga pengadaan barang/jasa yang dianalisa secara profesional dan disyahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas. Owner Estimate (OE) berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar , dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dilaksanakan oleh rekanan sesuai dengan ketentuan kontrak. Dengan demikian, penyusunan Project Owners Estimate merupakan kunci keberhasilan Project Management sebuah perusahaan.

Workshop ini akan dipandu oleh beberapa pembicara yang yang memiliki pengalaman di bidang project dan purchasing management yang luas serta pengetahuan statistik dan akuntansi yang mendalam . Kepada setiap peserta seminar, akan diberikan software untuk perhitungan Owner Estimate.

Materi yang dibahas akan sangat bermanfaat untuk perhitungan OE Proyek dan OE pengadaan barang dan atau jasa. Di dalam Pelatihan ini juga akan dibahas konsep dan aplikasi manajemen proyek secara mendalam dan aplikasi MS Project beserta software lain yang diperlukan. Pelatihan akan diberikan dengan case method.

 

Metode Pelatihan :

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif.

 

Course Outline

  1. KONSEP MANAJEMEN PROYEK.
    • KARAKTERISTIK MANAJEMEN PROYEK
    • PROJECT STAKEHOLDER.
    • MANAJEMEN PROYEK DAN PERENCANAAN ORGANISASI PROYEK.
    • KRITERIA KEBERHASILAN PROYEK.
    • PROJECT TRIPLE CONSTRAINTS.
    • PERAN PENTING SUMBER DAYA MANUSIA

  2. PERENCANAAN PROYEK DENGAN NETWORK PLANNING.
    • DEFINISI PROYEK
    • PENYUSUNAN JADUAL
    • NETWORK PLANNING
    • CRITICAL PATH METHOD(CPM)
    • PROGRAM EVALUATION DAN REVIEW TECHNIQUES (PERT)
    • MENERJEMAHKAN NETWORK PLANNING MENJADI BAR CHART

  3. TEKNIK CRASH PROGRAM.
    • KRITERIA CRASH PROGRAM
    • TEKNIK DAN OPTIMASI CRASH PROGRAM DENGAN LINEAR PROGRAMMING
    • ANALISA BIAYA CRASH PROGRAM.

  4. STRUKTUR BIAYA PROYEK SEBAGAI DASAR PERHITUNGAN OE.
    • BAHAN LANGSUNG.
    • BURUH LANGSUNG.
    • OVERHEAD.

  5. PERHITUNGAN OWNERS ESTIMATE(OE) MATERIAL.
    • HARGA KONTRAK MASA LALU.
    • HARGA PASAR.
    • HARGA YANG BERASAL DARI PROPOSAL PEMASOK.
    • HARGA YANG BERASAL DARI PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI.
    • TARGET PRICING.
    • BEBERAPA ALTERNATIF PENENTUAN OWNERS ESTIMATE MATERIAL.

  6. TEKNIK PENYUSUNAN ANGGARAN PROYEK DENGAN KONSEP ACTIVITY-BASED BUDGETING (ABB)
    • MENGENAL KONSEP ABB ( ACTIVITY-BASED BUDGETING).
    • PROYEK ADALAH KUMPULAN AKTIFITAS.
    • TEKNIK PERHITUNGAN BIAYA SETIAP AKTIFITAS.
    • APLIKASI KONSEP ACTIVITY-BASED BUDGETING DALAM MENYUSUN ANGGARAN PROYEK.
    • TEKNIK PENYUSUNAN PROJECT CASH BUDGET.

  7. PERHITUNGAN OE DAN PERENCANAAN MATERIAL DENGAN MRP (MATERIAL REQUIREMENT PLANNING).
    • NETWORK PLANNING SEBAGAI DASAR JADUAL PENGADAAN.
    • PENENTUAN BILL OF MATERIAL SETIAP AKTIFITAS DALAM NETWORK PLANNING.
    • INVENTARISASI STOCK ON HAND DAN MATERIAL SCHEDULED RECEIPT.
    • IDENTIFIKASI LEAD TIME SETIAP JENIS MATERIAL.
    • TAHAPAN IMPLEMENTASI MRP UNTUK PERENCANAAN MATERIAL PROYEK.
    • PERHITUNGAN OWNERS ESTIMATE MATERIAL YANG DIGUNAKAN.
    • LATIHAN PERHITUNGAN MRP PROYEK.

  8. DISCOUNTED CASHFLOW ANALYSIS.
    • TIME VALUE OF MONEY.
    • CASHFLOW ANALYSIS.
    • NET PRESENT VALUE (NPV).

  9. APLIKASI KONSEP TOTAL COST OF OWNERSHIP (TCO) UNTUK PEMILIHAN PERALATAN (EQUIPMENT).
    • PERBEDAAN ANTARA COST DAN PRICE.
    • MEMILIH PERALATAN DENGAN KONSEP NET PRESENT VALUE (NPV).

  10. TEKNIK EVALUASI JADUAL PROYEK.
    • MEMBANDINGKAN RENCANA JADUAL DENGAN JADUAL AKTUAL.
    • ANALISIS DEVIASI JADUAL.
    • ANALISIS CAUSE AND EFFECT DIAGRAM DENGAN TEKNIK ISHIKAWA.
    • REKOMENDASI TINDAKAN.

  11. TEKNIK EVALUASI BIAYA PROYEK.
    • MEMBANDINGKAN BIAYA ANGGARAN BIAYA SETIAP AKTIFITAS PROYEK DENGAN BIAYA AKTUAL.
    • ANALISIS VARIANSI BIAYA.
    • CAUSE AND EFFECT ANALYSIS BIAYA PROYEK.

  12. PENGENDALIAN PROYEK.
    • DASAR DAN TUJUAN PENGENDALIAN PROYEK
    • KURVA S
    • PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA
    • PENGENDALIAN KONTRAKTOR
    • PENGENDALIAN MUTU

  13. STUDI KASUS DAN PRAKTEK PENGGUNAAN MICROSOFT PROJECT.

 

Who should attend ?

Public

Investasi

  • Rp 3.900.000,-
  • Rp 3.700.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 20 Oktober 2009
  • Rp 7.000.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

 

Course Leader

Ir. Asep Saefulbachri, MBA, MM

Sarjana Teknik dan Manajemen Industri dari ITB (lulus 1981), Master in Business Administration dari Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) Telkom – Asian Institute of Management / AIM Manila.

Pengalaman sebagai professional selama 23 tahun : Direktorat Logistik PT Telkom (1981 – 1993), Manajer Pengembangan usaha PT Bangtelindo Bandung (1996 – 1997), Managing Director Forum Eksekutif Indonesia, Bandung, Course Director Strategic Forum Expertise Sdn Bhd Kuala Lumpur, Malaysia (sejak 1995), sebagai professional trainer & consultant (sejak 1994), Dosen tetap dibeberapa perguruan tinggi untuk program S1 Jurusan Teknologi Industri (sejak 1993) dan program pasca sarjana (S2) Teknik & Manajemen Industri (sejak 1992).

Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=157

Posted by: binaman | October 2, 2009

BEST PRACTICE INTEGRATED PROCUREMENT MANAGEMENT

Workshop BEST PRACTICE INTEGRATED PROCUREMENT MANAGEMENT

Kamis – Jumat, 15 – 16 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


Workshop Description

Perusahaan sering dihadapkan pada masalah bagaimana memperoleh material yang tepat, mutu yang sesuai dengan harga yang wajar. Ini memerlukan keterampilan dan sistem pembelian yang baik.Dalam pelatihan ini pihak-pihak yang berkepentingan dalam Purchasing & Outsourcing akan dapat mengambil tindakan perlu tidaknya melakukan perubahan dalam hal make or buy menggunakan satu atau lebih supplier, atau meng outsourcing sesuatu kegiatan/aktivitas yang selama ini telah dilakukan sendiri.

Dalam rangka ini pertimbangan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan hubungan perusahaan dengan para supplier, menciptakan sumber baru pensupplian, serta mengembangkan partnership atau aliansi dengan supplier kunci kita.

 

Sasaran Pelatihan :

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu :

 

Course Outline

  • Memahami fungsi pembelian sebagai bagian organisasi yang terpadu
  • Memahami teknik negosiasi pembelian
  • Memahami berbagai teknik penghematan biaya pembelian
  • Memahami konsep Make or Buy,Subcontracting,dan Outsourcing
  • Memahami Strategy Supply based Management
  • Memahami konsep Reserve Marketing/Supplier Development
  • Memahami konsep Partnership and Strategic Alliances

 

Metode Pelatihan :

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif.

 

Course Outline

  1. Manajemen Strategi
  2. Peran Pengadaan Dalam Kehidupan Perusahaan
  3. Aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa.
    • Keputusan presiden no 80 tahun 2003.
    • Perpres No 8 tahun 2006.

  4. Paradigma baru manajemen pengadaan barang dan jasa
    • Dinamika dan harapan stakeholder.
    • Paradigma lama pengadaan barang dan jasa.
    • Kontribusi profesional manajemen pengadaan.
    • Paradigma baru yang diinginkan.

  5. Strategi Dan Kebijakan Pengadaan
    • Model strategi pengadaan
    • Cara mengukur bargaining position perusahaan dengan supplier
    • Kebijakan, parameter dan proses
    • Teknologi informasi dalam bidang pengadaan

  6. Teknik Perhitungan Owners Estimate (OE).
    • Definisi dan arti OE.
    • Kontrak Masa Lalu.
    • Harga Pasar.
    • Harga Proposal.
    • Konsep Target Price.
    • Perhitungan Owners Estimate (OE).

  7. Perencanaan Pengadaan Barang Proyek.
    • Jadual Proyek berdasarkan network planning.
    • Bill of Quantity (BQ).
    • Aplikasi Konsep MRP (Material Requirement Planning) untuk perencanaan pengadaan barang proyek.

  8. Reduksi Biaya Total Pengadaan Dengan Menggunakan Supply Chain Management
    • Kerangka umum klasifikasi biaya total pengadaan
    • Manfaat penggunaan teknologi informasi bagi proses pengadaan internal
    • Teknik pengembangan supplier partnership
    • Teknik reduksi total purchasing cost of ownership

  9. Managerial Guideline Untuk Menciptakan Supplier Partnership Dan Outsourcing Management
    • Kajian strategis outsourcing management.
    • Identifkasi potensial partners
    • Pemilihan supplier
    • Evaluasi partnership

  10. Pengandaan Barang Dan Jasa Dari Pasar Internasional
    • Manfaat pengadaan internasional
    • Sumber informasi barang dan jasa internasional
    • Masalah yang biasa dihadapi dalam pengadaan internasional

  11. Seni Teknik Negosiasi
    • Manfaat pengadaan negosiasi
    • Price analysis for negotiation
    • Teknik perencanaan dan persiapan negosiasi

  12. Manajemen Persediaan
    • Kebijakan perusahaan dan inventory control
    • Klasifikasi persediaan
    • Teknik optimasi persediaan
    • Analysis ABC

  13. Pengukuran Performansi Sistem Manajemen Logistik
    • Kebijakan perusahaan dan inventory logistik
    • Performansi sistem pengadaan barang
    • Performansi sistem pergudangan dan distribusi
    • Performansi supplier

  14. Studi Kasus Manajemen Pengadaan di BUMN Lain dan Pabrik Mobil Jaguar.

 

Who should attend ?

Public

Investasi

  • Rp 3.150.000,-
  • Rp 2.950.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 07 Oktober 2009
  • Rp 5.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

 

Course Leader

Ir. Asep Saefulbachri, MBA, MM

Sarjana Teknik dan Manajemen Industri dari ITB (lulus 1981), Master in Business Administration dari Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) Telkom – Asian Institute of Management / AIM Manila.

Pengalaman sebagai professional selama 23 tahun : Direktorat Logistik PT Telkom (1981 – 1993), Manajer Pengembangan usaha PT Bangtelindo Bandung (1996 – 1997), Managing Director Forum Eksekutif Indonesia, Bandung, Course Director Strategic Forum Expertise Sdn Bhd Kuala Lumpur, Malaysia (sejak 1995), sebagai professional trainer & consultant (sejak 1994), Dosen tetap dibeberapa perguruan tinggi untuk program S1 Jurusan Teknologi Industri (sejak 1993) dan program pasca sarjana (S2) Teknik & Manajemen Industri (sejak 1992).

Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=259

Workshop Sales and Operation Plan : Pintu masuk meningkatkan daya saing

Kamis – Jumat, 15 – 16 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


Workshop Description

Meningkatnya persaingan, variasi produk yang tinggi, product life cycle yang pendek menuntut perusahaan untuk dapat menyeimbangkan demand dan kapasitas.

Bagaimana menyeimbangkan demand dan kapasitas akan dikupas secara detail dalam sales and operation plan. S&OP merupakan pintu masuk menuju master production schedule yang akan membuat produk sesuai prioritas kebutuhan customer. Dengan melakukan 5 langkah S&OP, perusahaan dapat memenuhi customer order tepat waktu, dengan cost yang minimal.

 

METODE PELATIHAN

Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Dan beberapa kasus best practice perusahaan MNC serta pemutaran video tentang aplikasi inventory management.

 

Course Outline

  • Master Planning of Resource model
  • Production plan
  • Sales and Operation Plan
  • Master scheduling
  • Rough cut capacity plan
  • Time Fence
  • Available to promise
  • Product structure (bill of material)
  • Material requirement plan (MRP)
  • Capacity requirement plan
  • Shop floor activity
  • Backward/forward scheduling

Investasi

  • Rp 3.150.000,-
  • Rp 2.950.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 07 Oktober 2009
  • Rp 5.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

 

Course Leader

IWAN NOVA, MBA, CPIM, CSCP

Pengalaman 17 tahun dalam bidang manufacturing beberapa perusahaan MNC seperti Mitsubishi Electric, Sony, Mattel, Pirelli Cables. Lulus dari ITB teknik elektro dan mendapatkan MBA dari Monash University, mendapatkan sertifikasi CPIM (Certified Production Inventory Management) dan CSCP (Certified Supply Chain Professional) yang dikeluarkan oleh APICS (American Production Inventory Control Society) pada tahun 2005. Pernah mengikuti berbagai short courses di manca negara seperti di Amerika, Malaysia, Jepang dan China. Ia telah men deliver berbagai topik training dalam area operation management di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=231

Workshop Inclusive Training for the Trainer – A small investment for big improvement of employee

Jumat – Sabtu, 30 – 31 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


Workshop Description

Training adalah salah satu bagian dari Making People before Making Product. Sehingga sudah selayaknyalah jika proses training merupakan human investement bagi suatu organisasi yang ingin survive dan memenangkan kompetisi global saat ini.

Proses training bukanlah sekedar proses presentasi dari suatu materi, tetapi lebih dari itu. Dalam proses training terjadi proses transfer pengetahuan dan keterampilan. Hal ini berarti terjadi proses pengiriman dan penerimaan informasi. Dan Seorang trainer yang profesional selalu memperhatikan kedua proses ini.

Seorang trainer yang profesional tidak hanya mampu menyampaikan materi tetapi juga mampu memahami kebutuhan pesertanya atau dengan lain kata dia pasti seorang fasilitator yang handal. Kompetensi yang dibutuhkan seorang Trainer yang profesional tidak hanya sekedar hebat dalam penyampaian tetapi juga mampu merancang, menyusun dan menyajikan materi yang sesuai kebutuhan peserta serta mampu menutup gap informasi sehingga proses perubahan pada diri peserta.

 

Metode Pelatihan :

Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep,mendiskusikan proses dan hasil latihan serta pemutaran video.

 

Course Outline

  1. Prinsip-Prinsip dasar Proses Pelatihan
    • Mempelajari & Memahami Sasaran dan Ruang lingkup Training di era kompetisi global
    • Mengenal 7 prinsip dasar penyajian atau penyampaian training yang efektif
    • Mengenal Karakteristik Professional Trainer
    • Analisa dan Perancangan Training yang efektif
    • Latihan kasus : Peserta diajak untuk Praktek Menganalisa dan Merancang Training
  2. Pengembangan dan Penyajian Materi Training
    • Memahami bagaimana mengembangkan materi training yang atraktif dan mudah diingat oleh peserta pelatihan
    • Belajar dan memahami bagaimana menyajikan atau menyampaikan training sehingga peserta mudah menerima informasi dan menikmati proses transfer pengetahuan dan keterampilan
    • Belajar dan Mengenal Fungsi seorang Fasilitator dan bagaimana menjadi seorang fasilitator efektif
    • Memahai proses evaluasi suatu program training
    • Latihan kasus : Peserta diajak untuk mengembangkan materi training yang sederhana dan praktek menjadi seorang fasiitator

 

Who should attend ?

Program ini dirancang tidak hanya untuk para trainer tetapi juga bisa dihadiri oleh semua level yang terlibat dalam proses Pelatihan dan pengembangan organisasi.

Investasi

  • Rp 2.650.000,-
  • Rp 2.500.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 22 Oktober 2009
  • Rp 4.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

 

Course Leader

IWAN NOVA, MBA, CPIM, CSCP

Pengalaman 17 tahun dalam bidang manufacturing beberapa perusahaan MNC seperti Mitsubishi Electric, Sony, Mattel, Pirelli Cables. Lulus dari ITB teknik elektro dan mendapatkan MBA dari Monash University, mendapatkan sertifikasi CPIM (Certified Production Inventory Management) dan CSCP (Certified Supply Chain Professional) yang dikeluarkan oleh APICS (American Production Inventory Control Society) pada tahun 2005. Pernah mengikuti berbagai short courses di manca negara seperti di Amerika, Malaysia, Jepang dan China. Ia telah men deliver berbagai topik training dalam area operation management di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

 

Ir. Imanadi

Pengalaman 15 tahun dalam bidang manufacturing beberapa perusahaan MNC seperti AT&T, Pirelli Cables & Geomed. Lulus dari ITS Teknik Mesin. Ia telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan.

Pernah memimpin sebuah departemen dengan jumlah karyawan lebih dari 500 orang di AT&T dan Geomed Indonesia.

Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=244

Workshop Managing Employee Performance : Mengelola Performansi Pegawai Dengan Sistematis, Terencana, Efektif Dan Terukur

Selasa – Rabu, 20 – 21 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


Workshop Description

Performansi dan produktivitas organisasi/perusahaan merupakan kumpulan dari performansi dan produktivitas pegawai secara individual, artinya bahwa keberhasilan organisasi/perusahaan sangat tergantung kepada keberhasilan para pegawainya. Bagaimana cara mengelola performansi yang sistematis, terencana, efektif dan terukur serta menggiring para pegawai ke arah performansi yang diharapkan perusahaan?
Jawabannya ada dalam seminar ini.

 

Metode Pelatihan :

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, simulasi dan praktek.

 

Course Outline

  1. Introduction
    • Game “Mimpiku”
    • Definisi/Batasan
    • Siklus Managing Employee Performance
  2. Depelove Performance Expectation
    • Job Description (UraianTugas & Aktivitas)
    • Performance Standard (Standar Kinerja)
    • Performance Objective (Sasaran Kinerja)
  3. Monitor Performance Progress
    • Elemen apa yang harus dimonitor
    • Cara-cara memonitor
    • Peranan atasan dan bawahan dalam Interim Progress Review
  4. Evaluate Individual Performance
    • Manfaat Evaluasi
    • Pendekatan yang digunakan dalam evaluasi
    • Penilain Performansi
    • Error dalam penilaian
  5. Provide Performance Feedback
    • Jenis Umpan Balik/Feedback
    • Umpan Balik/Feedback yang Efektif
    • Keberhasilan Feedback
  6. Make Administratif Decisions
    • Rekomendasi berkaitan dengan Penghasilan/payroll
    • Rekomendasi berkaitan dengan promosi
    • Rekomendasi berkaitan dengan transfer job
  7. Develop Improvement Plans

 

Who should attend ?

Public

Investasi

  • Rp 2.650.000,-
  • Rp 2.500.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 12 Oktober 2009
  • Rp 4.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

 

Course Leader

Agus Nurdin Rasyad, MBA. Phd

Master of Business Administration lulusan Jakarta Institute Managament Studies tahun 1999 yang memperoleh Doctor of Philosophy in Human Resource Management dari Berkeley International University (Overseas class Jakarta) tahun 2002.

Telah mengikuti berbagai training di dalam dan di luar negeri. Tahun 1977 setelah menyelesaikan Pendidikan di TELKOM berkiprah di PT. TELKOM dengan berbagai peran dan jabatan, dengan jabatan terakhir sebagai Senior Instructor HRM & Leadership di Divisi Pelatihan PT. TELKOM, sebelum mengundurkan diri April tahun 2003. Saat ini menjadi trainer di beberapa institusi / perusahaan baik BUMN maupun swasta.

Telah mengajar berbagai kelas, berbagai tingkatan dan berbagai jenis pelatihan sesuai bidang studi yang dimilikinya dengan peserta latih dari berbagai institusi (PT Telkom, Lintas Artha, Telkomsel, Pertamina, Perhutani, Bank Nagari dan lain-lain).

Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=248

Workshop Optimalisasi KPI melalui Analisa Portofolio Bisnis. Sebuah upaya mengimplementasikan PMS dengan pendekatan Balance Scorecard.

Selasa – Rabu, 20 – 21 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


Workshop Description

Mengelola dan menselaraskan kinerja perusahaan dengan kinerja individu karyawan tak pelak lagi merupakan salah satu elemen penting bagi kesuksesan sebuah entitas bisnis. Toh demikian, dalam kenyataannya mengintegrasikan kinerja perusahaan dengan kinerja individu bukan merupakan proses yang mudah; dan karenanya diperlukan sejumlah pendekatan yang sistematis untuk mengelolanya.

Workshop selama dua hari ini didesain untuk memberikan pendekatan yang komprehensif dan sekaligus praktikal, tentang bagaimana langkah-demi-langkah membangun sinergi antara corporate and employee performance. Workshop juga akan menuntun peserta untuk mengidentifikasi serta memformulasikan suatu KPI (Key Performance Indicator) yang optimal, dengan menggunakan pendekatan empat perspektif Balanced Scorecard.

Workshop ini ditujukan tidak hanya bagi mereka yang sudah menerapkan Balance Scorecard dan ingin mengoptimalkan formulasi KPI nya, tapi juga bagi perusahaan yang belum menerapkan Balance Scorecard dan ingin meningkatkan KPI nya dengan mengacu pada KPI Balance Scorecard.

 

MANFAAT YANG DIDAPAT DALAM MENGIKUTI PELATIHAN INI

Dengan intensifnya workshop diharapkan setelah pelatihan ini peserta dapat mengembangkan sendiri KPI-KPI yang optimal untuk berbagai fungsi di Perusahaan.

“SETIAP PESERTA DIHARAPKAN MEMBAWA LAPTOP UNTUK PRAKTEK”

 

METODE PELATIHAN :

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif dan disertai dengan alat analisa menggunakan aplikasi Excel.

 

Course Outline

  1. PORTFOLIO ANALYSIS / ANALISA KAPASITA ORGANISASI
  2. MENDESAIN PETA STRATEGI DAN SASARAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN EMPAT PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD
  3. MENURUNKAN (CASCADING PROCESS) SASARAN KINERJA PERUSAHAAN KE LEVEL DIVISI/DEPARTEMEN
  4. BAGAIMANA CARA MENGINTEGRASIKAN SASARAN KINERJA KORPORAT DENGAN SASARAN KINERJA INDIVIDU
  5. MEMPERKENALKAN METODE UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEY PERFORMANCE INDICATORS DARI BERAGAM FUNGSI DALAM PERUSAHAAN
  6. MENGENAL MODEL PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENGELOLA KINERJA PERUSAHAAN : CORPORATE, DIVISION/DEPARTMEN AND INDIVIDUAL SCORECARD
  7. MENDESAIN DAN MERUMUSKAN INDIVIDUAL PERFORMANCE SCORECARD DENGAN MENGACU PADA CORPORATE AND DIVISION/DEPARTMEN SCORECARD

 

Who Should Attend ?

GM/Manajer/Specialist yang berperan dalam pengelolaan kinerja korporat dan kinerja SDM.

Investasi

  • Rp 3.150.000,-
  • Rp 2.950.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 12 Oktober 2009
  • Rp 5.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

  • Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment.
  • KPI List With MS Excel Formula, Portfolio Analysis (GE Matrix, BCG Matrix, dan Space Matrix With MS Excel Formula, Overview Performance Management System
  •  

    Course Leader

    Ir. Dinarwulan Sutoto, M.Si

    Adalah praktisi yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang SDM dan General Management, yang mendedikasikan diri pada upaya meningkatkan kemampuan insan SDM dalam menjalankan praktek pengelolaan SDM serta penyiapan infrastrukturnya. Sebagai seorang lulusan Magister of Science di bidang SDM dari Universitas Indonesia yang terus menimba ilmu di dalam dan luar negeri antara lain National University of Singapore serta Michigan University, saat ini berkolaborasi dalam bentuk konsorsium untuk pengembangan SDM antara Binamanajemen Indonesia sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan dibidang pelatihan dan Hardisc Consultant sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan dibidang konsultansi SDM. Dalam banyak keterlibatan dan berpengalaman sebagai internal counterpart team yang bekerja sama dengan beberapa konsultan manajemen terkenal baik lokal maupun multinasional, sehingga berwawasan luas baik dari sisi konsep maupun aplikasinya. Sebagai fasilitator dari beberapa modul pelatihan khususnya dalam bidang mengembangkan sistem pengelolaan SDM serta mempunyai kemampuan untuk melengkapi setiap modul pelatihan yang diselenggarakan dengan aplikasi komputer praktis barbasis MS Excel, sehingga lebih mudah dipahami sekaligus diimplementasikan di tempat kerja.

    Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=110

    Posted by: binaman | September 30, 2009

    CARA MUDAH MEMBUKA LAPANGAN KERJA MELALUI "ENTERPREUNEUR"

    Workshop CARA MUDAH MEMBUKA LAPANGAN KERJA MELALUI “ENTERPREUNEUR”

    Kamis – Jumat, 15 – 16 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

    Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

    Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


    Workshop Description

    Kondisi “Ekonomi Riil” (baca: Ekonomi yang dirasakan langsung oleh rakyat) di negeri kita yang sampai dengan saat ini belum bergulir dengan baik, ditambah lagi akibat “Krisis Ekonomi Global” yang melanda dunia (dan sudah mulai dirasakan oleh dunia usaha kita), mengakibatkan 2 (dua) hal pokok yang menghantam langsung “dunia kerja”, yaitu :

    1. Lapangan kerja semakin sulit dan sempit;
    2. PHK insidentil maupun masal sudah mulai dilakukan oleh banyak perusahaan.

    Sempit dan sulitnya mencari pekerjaan bagi “Angkatan kerja baru” dan “Korban PHK” yang semakin banyak (baik yang masih dalam usia produktif maupun pensiun dini serta yang memang sudah masa pensiun tiba), apabila tidak ada aktivitas atau saluran untuk mendapatkan penghasilan, maka akan menimbulkan “gejolak social” di masyarakat.

    Mengandalkan adanya lapangan kerja yang disediakan oleh Pemerintah atau dunia usaha? Untuk masa sekarang ini sampai satu dua tahun ke depan, masih belum dapat diharapkan (walaupun di beberapa surat kabar masih ada iklan lowongan kerja, tetapi persaingan pasti semakin ketat), sehingga langkah jitu yang dapat kita lakukan adalah “menciptakan lapangan kerja” untuk diri sendiri (syukur dapat mempekerjakan orang lain juga), dengan jalan ber“wira-usaha”.

    Pelatihan dua hari tentang “Ke-wirausaha-an” atau lebih keren disebut “Enterpreuneurship” ini, diharapkan akan membuka cakrawala baru maupun wawasan dan memberikan gambaran bagaimana cara mengubah diri dari sebagai “Karyawan” menjadi sebagai “Usahawan”.

     

    Metode Pelatihan :

    Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif. Manfaat Pelatihan : Manfaat yang akan didapat oleh peserta pelatihan ini, selain diberikan gambaran mengenai “tidak sulitnya” membuka usaha (beserta konsekwensi logis tentang “resiko” usaha), juga pada hari kedua, akan diberikan kesempatan untuk berdialog (konsultasi) “empat mata” atau “berkelompok sesuai bidang dan minat yang sama/sejenis” antara peserta dengan Narasumber.

     

    Sasaran Pelatihan :

    Setelah mengikuti Lokakarya (Workshop) ini, peserta diharapkan :

    • Terbuka pikiran dan wawasannya untuk menjadi Wirausahawan
    • Mengetahui bagaimana merubah mental dari Karyawan menjadi Usahawan
    • Memiliki kemampuan manajemen yang lebih baik untuk mulai membuka usaha
    • Memahami bagaimana caranya memilih usaha yang tepat, sesuai minat dan modal yang dimiliki
    • Memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan lebih baik.

     

    Course Outline

    Hari Pertama :

    • Sesi 1 : Membuka wawasan bagi peserta mengenai Wirausaha
      1. Alasan-alasan kenapa harus ber-wirausaha,
      2. Apa enaknya pensiun atau menjadi “pensiunan“?
      3. Kendala dan masalah yang sering menghambat orang yang akan ber-wirausaha.

    • Sesi 2 : Memasuki lebih dalam tentang keberhasilan para Wirausahawan dan rahasianya
      1. Contoh beberapa Wirausahawan yang berhasil. Kenapa mereka bisa sukses?
      2. Kelebihan yang dimiliki para Calon wirausahawan yang berpengalaman kerja
      3. Jawaban atas pertanyaan: Mengapa harus menjadi Wirausaha?
    • Sesi 3: Mengubah “Mental Karyawan“ (atau “Pencari kerja“) menjadi “Wirausahawan“
      1. Perbedaan yang menyolok antara “Wirausahawan vs Karyawan”
      2. Bagaimana memberdayakan “Kekayaan” (berupa: skills, knowledge, pengalaman dan Assets) yang dimiliki
      3. Bagaimana agar mempunyai keberanian untuk mencoba mulai “berusaha”
    • Sesi 4: Keputusan untuk menjadi “Wirausahawan”
      1. Informasi tentang Pengelompokan Usaha yang akan dipilih
      2. Hobby atau kesenangan yang bisa menjadi pilihan untuk di”usahakan”
      3. Bagaimana cara menjadikan “usaha” dari “keahlian yang dimiliki”
      4. Bagaimana kiat yang harus dilakukan apabila akan “Usaha“ tanpa harus “Buka usaha“
      5. Memilih jenis usaha dengan berbagai macam Masalah dan Solusinya
      6. Bagaimana Seni atau Trik (Rahasia) dalam memilih Partner bisnis.

    Hari Kedua :

    • Konsultasi dan dialog secara langsung “Empat mata” dan/atau “Kelompok minat yang sama” dengan Narasumber.

    Catatan :
    Apabila dimungkinkan, akan dilakukan kunjungan kerja ke Wirausahawan yang sukses

     

    Who should attend ?

    Public

    Investasi

    • Rp 2.750.000,-
    • Rp 2.550.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 07 Oktober 2009
    • Rp 4.900.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

    Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

     

    Course Leader

    SLAMET PRIRISWANTO, MBA

    Pernah menjadi manager HRD & GA selama 15 tahun diberbagai perusahaan, Jabatan HRD – GA Manager terakhir adalah di Wot (Wicaksono Wvervass Internatioanl) selama 5 tahun, pernah menangani pemecatan karyawan lebih dari 600 orang

    Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=262

    Posted by: binaman | September 30, 2009

    PROBLEM SOLVING TECHNIQUE FOR SERVICES INDUSTRY

    Workshop PROBLEM SOLVING TECHNIQUE FOR SERVICES INDUSTRY

    Kamis – Jumat, 15 – 16 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

    Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

    Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


    Workshop Description

    Teknik pemecahan masalah yang sistematis dan aplikatif, sangatlah penting di kuasai oleh para profesional di perusahaan. Selain itu, kemampuan menggunakan tools-tools pemecahan tersebut pun, akan memberikan kematangan, kemampuan, dan kecepatan dalam pengambilan keputusan.

    Pelatihan ini dirancang, bagi para profesional yang bekerja di perusahaan jasa/pelayanan dalam pemecahan masalah, sekaligus menguasai aplikasi dari tools-tools di dalamnya, sehingga membantu proses peningkatan performance perusahaan.

     

    SASARAN PROGRAM

    Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta mampu :

    • Memahami pemecahan masalah
    • Meningkatkan kompetensi dan pemecahan masalah di perusahaan
    • Meningkatkan kompetensi sebagai seorang problem solver di tengah krisis global
    • Mampu menyusun strategi penerapan program pemecahan masalah di perusahaan
    • Menjadi change agent perubahan dalam organisasi

     

    METODE WORKSHOP

    Dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, latihan, role play, dan presentasi

     

    Course Outline

    1. Mengenali masalah di perusahaan : symptom Vs root cause
    2. Aplikasi proses pemecahan masalah yang sistematis
    3. Model dan teknik pemecahan masalah
      • Identifikasi dan mendefinisikan masalah
      • Analisis sumber penyebab masalah
      • Identifikasi solusi penyelesaian
      • Memilih solusi terbaik
      • Mengembangkan rencana perbaikan
      • Implementasi solusi dan evaluasi perkembangan
    4. Aplikasi tools pemecahan masalah
    5. Kepemimpinan dan manajemen pengelolaan program pemecahan masalah
    6. Strategi implementasi di perusahaan

     

    Who should attend ?

    General manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head

    Investasi

    • Rp 2.750.000,-
    • Rp 2.550.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 07 Oktober 2009
    • Rp 4.900.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

    Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

     

    Course Leader

    DUDUNG DUHARA, ST, SSMBB

    Profesional konsultan yang memfokuskan diri pada bidang Productivity & Quality Management. Dudung pernah bekerja di Quality Assurance Department, PT. LG Innotek Indonesia – Quality Control Engineer, dan Konsultan Manajemen Kualitas dan Produktivitas pada PQM Consultants, Jakarta. Saat ini, selain sebagai associate consultant, juga menjadi Management Innovation Manager pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang chemical dan bio diesel. Dudung adalah lulusan dari Fakultas Teknik Industri, Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Nasional, Bandung, dan mendapatkan Certified Six Sigma Master Black Belt (SSMBB) dari International Quality Federation (IQF), Amerika Serikat. Untuk menambah wawasan pengetahuannya, Dudung pernah aktif sebagai Sekretaris Eksekutif pada Komunitas EDAS (Eksplorasi Dinamika & analisa Sosial), dan mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam “45” dan STT Mitra Karya Bekasi. Klien-klien yang telah ditanganinya antara lain : Pencil Lead Indonesia, Goodyear Indonesia, Cometa Can Indonesia, Gramedia Majalah, Sumitomo Electric Wintec Indonesia, DuPont Powder Coatings Indonesia, American Standard Indonesia, Yasulor Indonesia, Linfox Indonesia, Bumimulia Indah Lestari, Sumatera Prima Fibreboard, Indofarma, Bank Syariah Mandiri, Biotis Agrindo, Bank Mandiri, Indonesia Steel Tube Work, Danone Dairy Indonesia, Federal Nittan Indonesia, Actavis Indonesia, Trac Astra, Inter Aneka Kimia Lestari, Schneider Indonesia, Sanyo Prescision Batam, Eterindo Wahanatama, Saitama Stamping Indonesia.

    Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=261

    Workshop A, B, C INDUSTRIAL RELATIONS DAN LANGKAH BIJAK MEMBANGUN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG PRODUKTIF DI PERUSAHAAN

    Kamis – Jumat, 15 – 16 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

    Papandayan Hotel, Bandung

    Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


    Workshop Description

    Peraturan Pemerintah dibidang ketenagakerjaan dari waktu ke waktu terus dikeluarkan sesui dengan tuntutan keadaan. Adanya peraturan pemerintah yang selalu diperbaiki keadaan ketenaga-kerjaan di Indonesia akan bertambah baik dalam arti adanya kejelasan dan kepastian hukum. Sebaliknya dengan dikeluarkannya kebijakan aturan normatif yang tidak jelas dapat menimbulkan multi tafsir, baik oleh Pengusaha maupun Pekerja, dan dapat menimbulkan potensi konflik antara pengusaha dan pekerja.

    Perkembangan Hubungan Industrial dewasa ini banyak tantangannya. Perubahan keadaan karena globalisasi, reformasi yang meliputi kebebasan berserikat, pelaksanaan HAM, supremasi hukum, otonomi daerah, penerapan standar ketenagakerjaan internasional, infra struktur dan iklim investasi, ikut mengubah pola hubungan industrial, khususnya perubahan perilaku dan sikap yang menyangkut banyak aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, politik dan upaya peningkatan kesejahteraan.

    Menghadapi kenyataan ini, para praktisi Hubungan Industrial dituntut untuk lebih sinergis dan cepat beradaptasi dengan kondisi nasional dan lingkungan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk menciptakan adanya Hubungan Industrial yang kondusif untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

    Pertanyaan selanjutnya bagaimana hal tersebud dapat diwujudkan? Kecakapan para pelaku sangat menentukan.

     

    Course Outline

    • Stake holders perusahaan
    • Peran dan fungsi Personnel /HR: Support, Service, Advice, dan Control
    • Type dari Industri
    • Management cycle dan HR
    • Strategic Planning untuk Industrial Relations/ Hubungan Industrial
    • Alat dari Hubungan Industrial
    • Undang-undang No. 21/ 2000, 13/ 2003, 4/2004 dan Peraturan Pemerintah
    • Hubungan Kerja
    • Outsourcing
    • Prosedur Keluh kesah
    • Tidakan disiplin
    • PHK dan jenis perselisihan
    • Pengaruh Kompensasi terhadap Hubungan Industrial
    • Badan Kerjasama bipartite
    • Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama
    • Employee Communication
    • Serikat Buruh/Pekerja: bermanfaat atau merepotkan Perusahaan? Bagaimana Apindo dan Peran Depnaker/Disnaker?
    • Memnyusun Sarana untuk membangun Hubungan Industrial yang baik beserta KPInya
    • Keranjang Issues dan Concerns dalam hubungan Industrial

     

    Who should attend ?

    Staff Industrial Relations/Hubungan Industrial, HR Manager, Aktivis SP, Operation Manager, Engineering, Maintenance, Finance & Accounting.

    Investasi

    • Rp 3.150.000,-
    • Rp 2.950.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 07 Oktober 2009
    • Rp 5.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

    Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

     

    Course Leader

    Saifudin Bachrun

    Saifudin Bachrun got academic for Chemical Analysis of Department of Industry Republic of Indonesia Bogor. He also graduated from Institute of Industrial Management Department of Industry Republic of Indonesia. He also one of founder of Indonesian Industrial Relation Association.

    Mr. Saifudin has more 25 years experience in Personnel Management, Human Resources Department and Industrial Relations area. Working in various positions with multinational companies such as: PT. Amoco Mitsui, PT.MATTEL Indonesia, PT.CABOT Indonesia, PT. Maxus Southeast Sumatra, oil company as Head of HR Planning and Development.

    He received many reward from companies such as: Mattell Inc. CEO (Head Quarter at El Segundo, California, USA) on Crisis Management, the Best Cabot Worldwide Employee Role Model from Cabot CEO, Boston, USA.

    Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=250

    Workshop ANALISA BEBAN KERJA (WLA) DAN PERENCANAAN SDM (MPP) : sebuah upaya penyelarasan langkah antara unit kerja dengan divisi SDM

    Selasa – Rabu, 13 – 14 Oktober 2009, pukul 09:00 – 16:00 WIB

    Harris Hotel, Tebet/The Park Lane Hotel, Casablanca

    Bonus : BMI Exclusive Organizer Book


    Workshop Description

    Dalam menentukan kebutuhan SDM sering terjadi perbedaan pandangan antara unit kerja dengan divisi SDM, masing-masing pihak berbicara tentang manfat sekaligus resiko yang akan timbul dalam menyikapi kebutuhan SDM yang diperlukan untuk menghasilkan suatu output organisasi . Kesamaan pandangan melalui penggunaan metodologi maupun pendekatan permasalahan yang selaras antara divisi SDM dengan Unit Kerja akan memudahkan masing-masing pihak mengetahui masalah sekaligus resiko atas solusi yang akan dipilih, sehingga pada akhirnya diperoleh solusi bersama untuk menetapkan jumlah SDM yang diharapkan. Beberapa tools management maupun metodologi pendekatan dapat digunakan untuk merencanakan kebuthan SDM sebuah organisasi. Kemampuan untuk menggunakan sekaligus menganalisa data prestasi kinerja (output) unit kerja organisasi akan memudahkan divisi SDM untuk membuat perencanaan SDM.

    Tools :

    • Matriks business process (excel formula).
    • Formulasi FTE (excel formula)

     

    Metode Pelatihan :

    Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah lektur, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif.

     

    Course Outline

    1. PERENCANAAN SDM (HR PlANNING)
      • Kegiatan dan agenda kegiatan fungsi Divisi. SDM berkaitan dengan Perencanaan kebutuhan SDM
      • Dasar-dasar perencanaan dan strategi perencanaan kebutuhan SDM.
      • Perencanaan kebutuhan SDM baik secara total corporate ataupun divisional.
      • Metoda dan pendekatan dalam melaksanakan perencanaan kebutuhan SDM
    2. BUSINESS PROCESS SEBAGAI PENDEKATAN DALAM ANALISA BEBAN KERJA
      • Pemetaan Business Process dapat digunakan sebagai salah satu metoda pendekatan dalam “perencanaan SDM”.
      • Penggunaan beberapa matriks business process (RARA, RACI matrix) sebagai salah satu alat untuk mengetahui beban kerja.
    3. MENGHITUNG KEBUTUHAN SDM (PELAKSANA)
      • Identifikasi beban kerja dalam memberikan output pekerjaan berdasarkan urutan kegiatan dalam pemetaan business proces.
      • FTE (full time equivalent) sebagai salah satu pendekatan praktis dalam menetapkan kebutuhan SDM
      • Komposisi pegawai yang ideal pada masing-masing unit organisasi berdasarkan perhitungan FTE
      • Beban kerja VS jumlah SDM (supply dan demand analysis)
    4. ANALYSIS KEBUTUHAN ORGANISASI DAN DIVISIONAL DALAM PROSES PERENCANAAN SDM
      • Analisa faktor eksternal dan internal
      • Prestasi kinerja maksimal (produktifitas) sebagai “base line data” dalam menetapkan kebutuhan SDM
      • Dinamika organisasi dan rencana suksesi mempengaruhi rencana kebutuhan SDM
    5. STUDI KASUS :
      • Menetapkan kebutuhan SDM berdasarkan analisa business proses dan pendekatan kebutuhan organisasi/divisional (FTE)

     

    Who should attend ?

    Public

    Investasi

    • Rp 3.150.000,-
    • Rp 2.950.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 05 Oktober 2009
    • Rp 5.700.000,- untuk pendaftaran group 2 orang peserta

    Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul, & Certificate Of Accomplishment

     

    Course Leader

    Ir. Dinarwulan Sutoto, M.Si

    Adalah praktisi yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang SDM dan General Management, yang mendedikasikan diri pada upaya meningkatkan kemampuan insan SDM dalam menjalankan praktek pengelolaan SDM serta penyiapan infrastrukturnya. Sebagai seorang lulusan Magister of Science di bidang SDM dari Universitas Indonesia yang terus menimba ilmu di dalam dan luar negeri antara lain National University of Singapore serta Michigan University, saat ini berkolaborasi dalam bentuk konsorsium untuk pengembangan SDM antara Binamanajemen Indonesia sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan dibidang pelatihan dan Hardisc Consultant sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan dibidang konsultansi SDM. Dalam banyak keterlibatan dan berpengalaman sebagai internal counterpart team yang bekerja sama dengan beberapa konsultan manajemen terkenal baik lokal maupun multinasional, sehingga berwawasan luas baik dari sisi konsep maupun aplikasinya. Sebagai fasilitator dari beberapa modul pelatihan khususnya dalam bidang mengembangkan sistem pengelolaan SDM serta mempunyai kemampuan untuk melengkapi setiap modul pelatihan yang diselenggarakan dengan aplikasi komputer praktis barbasis MS Excel, sehingga lebih mudah dipahami sekaligus diimplementasikan di tempat kerja.

    Link lain : http://www.binamanajemen.com/view.php?course=112

    Older Posts »

    Categories